SISTEM PENGHITUNG JUMLAH ORANG BERBASIS INTERNET OF THINGS STUDI KASUS (SMKN 11 BANDUNG)

  • Rudhi Wahyudi Febrianto Universitas Teknologi Bandung
  • Mokhamad Hendayun Universitas Langlangbuana Bandung
  • Ashwin Sasongko Universitas Langlangbuana Bandung
Keywords: Mikrokontroler, Monitoring, Realtime, IoT

Abstract

Saat ini Indonesia sedang berada pada kondisi yang sulit karena terjadinya pandemik Covid-19. Di tengah masa pandemi virus Corona (Covid-19), masyarakat dituntut melakukan adaptasi pada kehidupan sehari-hari. Adaptasi ini pun berlaku juga pada penyelenggaraan pelayanan publik maupun pelaku usaha, di mana sektor pelayanan publik memperketat social distancing maupun physical distancing. Ini berlaku juga pada sekolah, sekolah sudah dibuka dengan tatap muka, sehingga banyak siswa dan pengunjung atau orang tua yang ke sekolah. Semua tempat usaha dan pelayanan publik harus dibatasi jumlah orang yang beraktivitas di dalamnya agar jarak masing-masing orang tetap terjaga. Karena faktor tersebut, dibutuhkan sebuah alat untuk menghitung jumlah orang yang masuk dan keluar di dalam ruangan maupun di luar ruangan secara realtime berbasis IoT (Internet of Things). IoT merupakan teknologi yang dapat mengkoneksikan suatu peralatan dengan internet untuk menjalankan beberapa fungsi. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun sistem penghitungan jumlah orang menggunakan teknologi IoT untuk menyelesaikan permasalahan, bagaimana agar proses monitoring penghitungan jumlah orang dalam antrian dapat dilakukan secara otomatis dan efisien dan bagaimana melakukan pemesanan nomer antrian dapat dilakukan secara online. Alat yang digunakan untuk membangun sistem adalah sensor infrared, mikrokontroler Arduino ESP8266 Wemos D1 R1 sebagai pengendali utama dari keseluruhan komponen, Arduino IDE dan Firebase. Terdapat berbagai penelitian yang telah dilakukan mengenai sistem perhitungan untuk mengetahui jumlah orang, namun masih mengunakan sensor ultrasonik untuk pembacaan jumlah orangnya, oleh karena itu untuk pembacaannya kurang baik, dikarenakan ada bunyi lain yang dapat masuk kedalam sensor ultrasonik. Untuk pengiriman peringatan melalui komputer dengan aplikasi delphi dan aplikasi Blynk pada android, sehingga dikhawatirkan pesan peringatan jumlah orang akan banyak data yang masuk, karena tidak ada database dan peringatan seperti bunyi buzzer, jadi kemungkinan sistem error akan lebih besar kesalahannya.

Published
2026-06-20
Section
Naratif : Jurnal Nasional Riset, Aplikasi dan Teknik Informatika