KUALITAS LAYANAN JARINGAN NIRKABEL TERHADAP INTERFERENSI CO-CHANNEL DAN ADJACENT-CHANNEL PADA LINGKUNGAN KAMPUS
Abstract
Jaringan nirkabel di lingkungan Kampus Utama Bandung mengalami degradasi kualitas layanan (QoS) akibat interferensi saluran bersama (Co-Channel Interference, CCI) dan saluran berdekatan (Adjacent-Channel Interference, ACI), diperparah oleh redaman material bangunan dan densitas titik akses (AP) yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak komparatif kedua jenis interferensi terhadap parameter QoS (throughput, delay/latency, jitter, packet loss) dan mengevaluasi efektivitas strategi mitigasi berbasis rekayasa spektrum. Metode yang digunakan adalah penelitian action research dengan skenario terkendali pada pita 2,4 GHz dan 5 GHz, menggunakan instrumen NetSpot, Wireshark, Iperf, dan penganalisis spektrum fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ACI memiliki dampak 3–5 kali lebih destruktif dibandingkan CCI, dengan packet loss mencapai 32,4% dan SINR turun hingga 2 dB pada jarak kanal 1 (kanal 1 vs 2), sedangkan CCI hanya menyebabkan penurunan throughput hingga 96,2% tanpa lonjakan packet loss signifikan. Material bangunan dengan redaman rendah (kaca) memperburuk interferensi lintas-ruangan, sementara beton bertulang (redaman 12–18 dB) menguntungkan untuk isolasi sel. Kebaruan penelitian ini adalah kerangka analisis yang memadukan perilaku lapisan MAC/PHY dengan audit QoS, menghasilkan panduan teknis rekayasa spektrum penguncian kanal ortogonal 1,6,11, optimisasi daya pancar (target RSSI -67 dBm), aktivasi BSS Coloring, dan penonaktifan laju data di bawah 12 Mbps yang terbukti memulihkan throughput hingga 96% dari kondisi interferensi terburuk.



.png)







