RANCANGAN APLIKASI PELAPORAN PELECEHAN KAMPUS TERINTEGRASI PROTOKOL KEAMANAN DATA DAN PUSH NOTIFICATION COMMAND CENTER
Abstract
Kasus pelecehan seksual di lingkungan perguruan tinggi merupakan permasalahan serius yang membutuhkan mekanisme pelaporan yang aman, mudah diakses, menjaga kerahasiaan identitas pelapor, serta mendukung proses tindak lanjut secara cepat dan terstruktur. Rendahnya tingkat pelaporan dapat dipengaruhi oleh rasa takut terhadap pelaku, tekanan psikolog is, stigma sosial, relasi kuasa, serta kekhawatiran terhadap kemungkinan terbukanya identitas dan data pribadi pelapor. Selain itu, mekanisme pelaporan yang masih dilakukan secara manual dapat menyebabkan proses pencatatan, pengelolaan, pemantauan, dan tindak lanjut laporan menjadi kurang optimal. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya suatu rancangan sistem pelaporan digital yang tidak hanya menyediakan fungsi pelaporan, tetapi juga mempertimbangkan aspek keamanan data dan mekanisme penyampaian informasi secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang aplikasi pelaporan pelecehan kampus yang mengintegrasikan mekanisme keamanan data dan push notification berbasis command center . Metode penelitian menggunakan pendekatan perancangan sistem berdasarkan analisis kebutuhan fungsional dan non-fungsional dengan menerapkan konsep multi-layer security. Rancangan sistem mencakup pelaporan digital berbasis web dan mobile, mekanisme anonimitas pelapor menggunakan algoritma RSA, enkripsi data menggunakan Advanced Encryption Standard (AES) untuk perlindungan data at rest, serta HTTPS/TLS untuk perlindungan data in transit. Selain itu, rancangan mencakup autentikasi berlapis menggunakan Multi-factor authentication (MFA), pengendalian hak akses menggunakan Role-Based Access control (RBAC), pencatatan aktivitas melalui audit log , monitoring aktivitas sistem, dan tracking status laporan. Mekanisme push notification dirancang untuk memberikan informasi secara real-time ketika terdapat laporan baru maupun perubahan status laporan, sedangkan command center dirancang sebagai pusat monitoring dan pengelolaan laporan bagi pihak yang memiliki kewenangan. Luaran penelitian berupa rancangan arsitektur sistem, kebutuhan fungsional dan non-fungsional, alur proses pelaporan, rancangan mekanisme keamanan, rancangan kontrol akses, serta rancangan mekanisme notifikasi dan monitoring yang dapat menjadi dasar pengembangan sistem pada tahap berikutnya. Kebaruan penelitian terletak pada rancangan integrasi beberapa mekanisme keamanan, yaitu RSA, AES, HTTPS/TLS, MFA, dan RBAC, dengan push notification serta command center dalam satu rancangan sistem pelaporan pelecehan kampus. Rancangan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan sistem pelaporan yang lebih aman, responsif, terstruktur, dan mendukung kerahasiaan data pelapor.



.png)







